FAKTA UNIK FILM COLDPLAY “A HEAD FULL OF DREAMS”

FROSHfm.com – Band beraliran rock alternatif ini sudah hadir dan mewarnai industry musik dari tahun 1996 di London, Inggris. Perjalanan panjang berhasil dilalui oleh kelompok musik yang beranggotakan Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion.

Awalnya mereka menamakan diri sebagai Pectrolaz, Nama itu hanya bertahan satu tahun. Kemudian, band berganti nama menjadi Starfish. Lagi-lagi, nama ini juga hanya bertahan selama satu tahun. Setelah itu, nama band yang sudah menelurkan tujuh album studio dan satu mini album ini diubah menjadi Coldplay dan bertahan hingga hari ini, 22 tahun mereka berkarya.

1. Film Dokumenter

Untuk mendokumentasikan perjalanan karier mereka, Coldplay memutuskan untuk membuat sebuah film dokumenter yang diambil dari rekaman-rekaman mereka selama 20 tahun terakhir. Rekaman itu kemudian disatukan hingga terbentuk satu alur perjalanan grup musik yang saat ini memiliki penggemar dari berbagai belahan dunia ini. Adapun, rekaman itu berdurasi 1 jam 55 menit. Film dokumenter ini disutradarai oleh Mat Whitecross. Ia sudah mengenal semua personel Coldplay sejak di bangku kuliah, sebelum mereka memutuskan membentuk sebuah band. Sepanjang itu, Whitecross mengabadikan berbagai kegiatan Coldplay dan kini ia berhasil menggabungkan cuplikan-cuplikan mulai dari awal karier yang masih begitu sederhana hingga bernyanyi di stadion-stadion besar di berbagai negara ke dalam sebuah film. Ditambah pula dengan kegiatan panggung dan belakang panggung selama tur untuk promo album A Head Full of Dreams (2015) beserta wawancara mereka dengan sejumlah media.

2. Tayang hanya sehari

Film A Head Full of Dreams hanya tayang satu hari di layar bioskop, yakni Rabu (14/11/2018). Penayangannya dilakukan di lebih dari 2.000 bioskop di 70 negara di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, film ini ditayangkan di bioskop CGV dan laris diserbu penonton di berbagai kota. Meskipun hanya ditayangkan dalam waktu satu hari, namun film ini mampu menduduki jajaran atas film bioskop di beberapa negara pada hari itu. Dikutip dari Deadline, Film A Head Full of Dreams menjadi box office pertama di Belanda, dan nomor dua di negara Inggris, Australia, dan Italia, sementara di Amerika menempati posisi kelima. Dengan jumlah penonton mencapai 300.000.

3. Raup 3,5 juta dollar AS

Film dokumenter ini mampu meraup pendapatan hingga 3,5 juta dolar atau lebih dari Rp 50 miliar hanya dalam waktu satu hari penayangan. Padahal, infomasi resmi mengenai film ini baru diumumkan sebulan sebelum film tayang, tepatnya 12 Oktober 2018 melalui media sosial dan situs resmi Coldplay. Ini menjadi bukti bahwa Coldplay benar-benar band besar yang memiliki penggemar tersebar di seluruh penjuru dunia.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply