IRON MAN 3

Iron Man 3 seakan menjadi pembuktian kualitas akting Robert Downey Jr. Kembali memerankan sang karakter utama, Tony Stark, pria 48 tahun tersebut seakan belum kehabisan bensin.

Bisa dikatakan, Iron Man 3 memiliki jangkauan yang sangat luas. Tetap memiliki relasi dengan film superhero Marvel lainnya, The Avengers, film besutan Shane Black ini tampil dengan twist yang cukup beragam.

Penonton disuguhi perjalanan flashback ketika Stark merayakan tahun baru di Swiss pada 1999 bersama sang mantan kekasih, Maya Hansen. Malam tersebut ternyata yang akan mengubah hidupnya kala ia dan Maya bertemu dengan Aldrich Killian, seorang saintis gila yang ingin Stark membantu projeknya, Extremis.

Tawaran tersebut ditolak oleh Tony Stark dan Killian merasa sakit hati dengan keputusan tersebut. Ia dan Stark pun berpisah dan menjalani hidup masing-masing.

Memasuki tahun 2012, Tony Stark dan sang kekasih, Virginia “Pepper” Potts semakin mesra dan menjalani kehidupan. Meski Stark mengalami sulit tidur paska kejadian di The Avengers di mana ia sempat tersedot ke dalam lubang hitam, ia terus menelurkan karya-karya berupa robot-robot Iron Man-nya.

Kehidupan Stark dan Potts berubah setelah ia memutuskan untuk menantang Mandarin, seorang teroris yang terus mengancam dengan aksi-aksi peledakan bom. Bukan bom biasa, namun bom yang ditanam kepada tubuh-tubuh manusia.

Dengan kondisi fisik yang lemah serta perangkat Iron Suit yang belum sempurna, Stark harus menghadapi kenyataan kediamannya diserang dan dihancurkan. Ia bersama Iron Suit yang dikomandoi oleh program JARVIS tenggelam dan menghilang ke Tennessee.

Dalam kejadian tersebut, Pepper untuk pertama kalinya sukses mengenakan Iron Suit. Ia bahkan menyelamatkan Stark dari runtuhan rumahnya sendiri kala diserang oleh anak buah Mandarin.

Publik langsung berasumsi bahwa Tony Stark tewas. Pemerintah Amerika Serikat langsung meluncurkan War Machine yang dikendalikan oleh rekan Stark, Col. James “Rhodey” Rhodes yang memburu Mandarin hingga ke Pakistan setelah pembunuhan seorang pebisnis.

Di Tennessee, Stark bertemu dengan seorang bocah bernama Harley yang sangat mengaggumi sosok Iron Man. Bersama Harley, Stark berusaha memperbaiki Iron Suit yang rusak dan lemah baterai setelah pertempuran di Florida.

Di tempat lainnya, Pepper disandera oleh Aldrich Killian lewat tangan mantan kekasih Stark, Maya. Ia akan dijadikan projek Extremis di mana Pepper akan disuntikkan cairan yang membuat tubuhnya memanas dan siap meledak jika marah.

Dalam kesempatan tersebut, Stark bertemu dengan ibu dari seorang pelaku pengeboman yang merupakan korban dari Mandarin. Tetapi belum selesai berbicara, Stark diserang oleh anak buah Mandarin yang membuntutinya.

Sukses mengatasi gangguan tersebut, Stark memutuskan untuk menggerebek kediaman Mandarin di Florida. Di sana, ia mendapatkan sebuah kejutan karena Mandarin yang selama ini dikenal sebagai seorang teroris hanyalah seorang aktor.

Ia akhirnya mengetahui bahwa dalang kekacauan tersebut adalah sang saintis gila, Aldrich Killian. Belum sempat menangkap Killian, Stark harus menghadapi kenyataan dirinya disekap oleh anak buah Killian dan membiarkan sang musuh lolos.

Namun bukan Tony Stark kalau ia menyerah. Karena berkat bantuan Harley yang membantu mengisi baterai Iron Suit, Stark kembali dan menghabisi semua anak buah Killian di kediaman tersebut.

Di saat yang lain, Killian berhasil merampas War Machine dari tangan Rhodes. Ia pun memanipulasi perintah Iron Patriot dan menculik Presiden Amerika Serikat kala berada di dalam Pesawat Air Force One.

Aksi dan kecepatan Iron Man langsung diuji kala belasan penumpang pesawat tersebut berjatuhan. Berkat kerja tim yang cukup hebat, kendali jarak jauh yang dilakukan oleh Stark mampu mendaratkan setiap korban di tempat yang aman.

Usai menyelamatkan para korban, Stark dan Rhodes bergegas menuju sebuah pelabuhan di mana Killian menyekap sang presiden dan istrinya, Pepper. Di sinilah, intelejensi seorang Tony Stark diandalakan.

Sempat tersungkur karena kalah jumlah, Stark melalui JARVIS memanggil puluhan Iron Man tanpa awak untuk menghabisi anak buah Killian. Satu per satu berhasil dihabisi namun Pepper pun menjadi korban.

Ia terjatuh ke ledakan setelah gagal meraih tangan Stark yang berusaha menolong. Marah, Stark langsung melampiaskan dan menghajar Killian tanpa ampun.

Meski sukses, Stark tidak mampu melakukan hal yang lebih karena Killian merupakan wujud dari projek Extremis sendiri. Tetapi lagi-lagi, Tony Stark mendapatkan keberuntungan.

Karena sang kekasih, Pepper berhasil menghalau serangan Killian dan membunuhnya dengan menggunakan perangkat Iron Suit. Semuanya berakhir setelah Stark menyuruh JARVIS untuk meledakkan dirinya dan Iron Suit lainnya.

Di bagian akhir film, Tony Stark memutuskan untuk menyudahi karirnya sebagai Iron Man dengan mengangkat reaktor yang tertanam di tubuhnya. Ia pun menyatakan pensiun sebagai Iron Man.

Iron Man 3 menyuguhkan tes mental dan fisik bagi Tony Stark sendiri. Berbagai pertempuran dilewatinya tanpa mengenakan Iron Suit meski pada akhirnya perangkat robot karyanya tersebut yang menolong hidupnya.

Film yang sudah dirilis di berbagai negara termasuk Indonesia juga dibintangi oleh Gwyneth Paltrow, Don Cheadle, Guy Pearce, Rebecca Hall, Stephanie Szostak, James Badge Dale dan Jon Favreau. Iron Man 3 kemungkinan menjadi film terakhir Iron Man untuk Robert Downey Jr.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply